Ancaman gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang membayangi sekitar 50 ribu pekerja serta potensi hengkangnya sejumlah investor dari Indonesia memicu respons serius dari parlemen. Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, menegaskan bahwa situasi ini merupakan alarm keras bagi pemerintah untuk segera memperkuat daya saing ekonomi nasional di kancah global. Menurutnya, Indonesia saat ini berada dalam pusaran kompetisi yang sengit dengan negara-negara lain yang terus berbenah menyederhanakan regulasi demi memikat para pemilik modal. Jika tidak bergerak cepat melakukan adaptasi kebijakan, Indonesia terancam kehilangan momentum pertumbuhan ekonomi yang krusial.
Urgensi Kepastian Regulasi dan Birokrasi Efisien Sebagai Doktor Ilmu Politik lulusan Universitas Indonesia, Eddy menggarisbawahi bahwa fondasi utama dari ekosistem bisnis yang sehat adalah kepastian hukum. Dunia usaha dinilai sangat sensitif terhadap perubahan aturan yang mendadak dan tidak dapat diprediksi, yang pada akhirnya memicu ketidakpastian. Oleh karena itu, reformasi birokrasi harus diarahkan agar instansi pemerintah berfungsi penuh sebagai fasilitator yang memudahkan investasi, bukan justru menjadi penghambat yang memperpanjang jalur perizinan.
Percepatan digitalisasi pada seluruh lini layanan publik guna memangkas birokrasi yang berbelit.
Penyederhanaan sistem perizinan terpadu untuk mengeliminasi praktik ekonomi biaya tinggi yang merugikan industri lokal.
Evaluasi berkala terhadap efektivitas regulasi agar tetap relevan dengan dinamika pasar global.
Penyelarasan Insentif dan Penguatan Potensi Domestik Lebih lanjut, Anggota Komisi XII DPR RI ini menyarankan agar pemerintah mengombinasikan instrumen fiskal dan nonfiskal secara agresif. Insentif seperti keringanan pajak dan kemudahan fasilitas investasi perlu dipadukan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta pembangunan infrastruktur yang merata. Eddy meyakini bahwa daya tarik fundamental Indonesia seperti pasar domestik yang luas dan bonus demografi hanya akan membawa dampak optimal jika ditopang oleh iklim investasi yang bersih, aman, dan terpercaya. Menjaga stabilitas ini bukan sekadar menyenangkan investor, melainkan langkah strategis demi mengamankan ketersediaan lapangan kerja bagi masyarakat luas.
Sumber: news.detik.com