Bursa Saham Wall Street Ditutup Menguat Ditopang Raksasa Teknologi Jelang Rilis Laporan Keuangan dan Keputusan The Fed

Bursa Saham Wall Street Ditutup Menguat Ditopang Raksasa Teknologi Jelang Rilis Laporan Keuangan dan Keputusan The Fed

Pasar saham Amerika Serikat di Wall Street berhasil membukukan performa positif pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat. Ketiga indeks acuan utama ditutup di zona hijau setelah sempat mengalami tekanan dalam dua pekan berturut-turut akibat eskalasi ketegangan geopolitik. Kebangkitan bursa saham New York ini didorong oleh aksi beli selektif investor pada saham-saham sektor teknologi berkapitalisasi pasar raksasa (mega-cap), yang berhasil meredam kekhawatiran pelaku pasar terhadap dinamika politik internasional serta ketidakpastian anggaran domestik AS.

Berdasarkan data kompilasi pasar keuangan, indeks S&P 500 mencatatkan kenaikan sebesar 0,50 persen untuk berakhir pada level 6.950,23. Langkah penguatan yang sama juga diikuti oleh indeks Dow Jones Industrial Average yang melonjak hingga 313,69 poin atau setara dengan 0,64 persen menuju posisi 49.412,40. Sementara itu, indeks Nasdaq Composite yang padat akan emiten berbasis teknologi ditutup menguat 0,43 persen dan mendarat di level 23.601,36.

Sentimen Saham Teknologi dan Isu Tarif Global

Geliat indeks Nasdaq dan S&P 500 utamanya ditopang oleh apresiasi harga saham-saham teknologi utama yang akan segera merilis laporan keuangan kuartalan mereka dalam pekan ini. Langkah ini dipimpin oleh saham Apple yang melesat sekitar 3 persen, diikuti oleh Meta Platforms yang naik sebesar 2 persen, serta Microsoft yang menguat 1 persen. Kepercayaan investor tetap terjaga mengingat data dari FactSet menunjukkan bahwa sekitar 76 persen perusahaan yang telah mempublikasikan kinerjanya sejauh ini berhasil melampaui estimasi laba dari para analis Wall Street.

Di sisi lain, pasar juga terus memantau dinamika kebijakan dagang setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman pengenaan tarif bea masuk hingga 100 persen bagi komoditas asal Kanada. Ancaman ini akan direalisasikan jika Kanada nekat menandatangani perjanjian perdagangan bebas dengan China. Namun, kekhawatiran tersebut sedikit mereda setelah Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menegaskan bahwa pemerintahannya sama sekali tidak memiliki rencana atau intensi untuk menjalin kesepakatan dagang semacam itu dengan Beijing.

Ketegangan Domestik, Rekor Emas, dan Kebijakan The Fed

Pasar mencermati risiko fiskal di Washington akibat meningkatnya ketegangan politik pasca-insiden penembakan warga AS oleh agen imigrasi federal di Minnesota.

Ketegangan politik memicu spekulasi risiko penutupan pemerintahan (government shutdown) seiring penolakan sejumlah senator Demokrat terhadap paket anggaran keamanan senilai 1,2 triliun dollar AS.

Sebagai dampak dari eskalasi risiko politik dan pencarian aset aman (safe haven), harga emas dunia melonjak tajam hingga mencetak rekor baru di atas level 5.100 dollar AS per ons.

Selain musim laporan keuangan dari raksasa teknologi seperti Tesla, Meta, Microsoft, dan Apple, fokus utama investor global pada pekan ini tertuju pada rapat kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga terbarunya. Mayoritas pelaku pasar memproyeksikan bahwa bank sentral AS tersebut masih akan mempertahankan tingkat suku bunga acuan pada pertemuan pertama mereka di tahun ini. Kendati demikian, pernyataan resmi dari petinggi The Fed akan dipantau secara ketat demi mendapatkan petunjuk dan sinyal kuat mengenai kapan kebijakan pelonggaran moneter berupa pemotongan suku bunga akan mulai diterapkan sepanjang tahun berjalan.

Sumber: money.kompas.com