Kunjungan Jokowi ke Bandar Lampung Diwarnai Aksi Unjuk Rasa Forum Suara Masyarakat Lampung

Kunjungan Jokowi ke Bandar Lampung Diwarnai Aksi Unjuk Rasa Forum Suara Masyarakat Lampung

Kunjungan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), ke Kota Bandar Lampung diwarnai oleh aksi unjuk rasa yang digelar oleh Forum Suara Masyarakat Lampung (FSML). Massa berkumpul di kawasan ikonik Tugu Adipura, Kota Bandar Lampung, untuk menyuarakan penolakan terhadap rangkaian safari politik yang dilakukan oleh mantan kepala negara tersebut. Aksi yang berlangsung di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian ini diisi dengan orasi dan pembentangan spanduk yang mengkritisi rekam jejak kepemimpinan Jokowi selama dua periode menjabat.

Tuntutan Transparansi Ijazah dan Penegakan HAM Dalam aksinya, massa FSML membawa sejumlah tuntutan krusial yang dinilai belum terselesaikan secara tuntas oleh pemerintahan terdahulu. Salah satu isu utama yang diangkat kembali ke permukaan adalah polemik mengenai keaslian ijazah pendidikan Jokowi. Koordinator Lapangan FSML, Meri, menegaskan bahwa kegaduhan publik terkait masalah ini sebenarnya dapat diselesaikan dengan mudah jika ada transparansi yang nyata dari pihak yang bersangkutan secara langsung di hadapan publik. Selain masalah administratif tersebut, demonstran juga menyoroti rapor merah penegakan hukum dan hak asasi manusia (HAM).

Beberapa poin tuntutan dan kritik utama yang disampaikan oleh massa dalam unjuk rasa tersebut antara lain:

Mendesak pembuktian keaslian ijazah Jokowi secara terbuka guna mengakhiri spekulasi di tengah masyarakat.

Menuntut keadilan dan penyelesaian tuntas atas dugaan pelanggaran HAM masa lalu, termasuk peristiwa KM 50 dan kerusuhan 21-22 Mei 2019.

Mempertanyakan konsistensi penegakan hukum terhadap perkara-perkara yang telah berkekuatan hukum tetap namun dinilai belum dieksekusi secara berkeadilan.

Mengkritisi safari politik Jokowi ke berbagai daerah yang diduga kuat memiliki agenda terselubung terkait konsolidasi kekuatan menjelang Pemilu 2029.

Pengamanan Ketat dan Kondusivitas Arus Lalu Lintas Guna mengantisipasi terjadinya gesekan dan menjaga agar massa tidak merangsek mendekati lokasi-lokasi yang menjadi agenda kunjungan Jokowi, Kepolisian Daerah Lampung menyiagakan ratusan personel gabungan di sekitar lokasi demonstrasi. Petugas membentuk barikade ketat yang membatasi ruang gerak pengunjuk rasa. Kendati sempat terjadi ketegangan dan adu argumentasi antara peserta aksi dengan aparat keamanan di lapangan, situasi secara umum tetap terkendali dan kondusif. Konsentrasi massa sempat membuat arus lalu lintas di sekitar pusat kota melambat, namun petugas kepolisian berhasil melakukan pengaturan sehingga jalur protokol tetap dapat dilalui oleh kendaraan dengan lancar hingga aksi membubarkan diri secara tertib.

Sumber: detik.com