Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25, Pemerintah Kota Cimahi menggelar Festival Olahraga Tradisional yang berlangsung dengan meriah. Acara yang dipusatkan di area terbuka ini dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak sekolah hingga masyarakat umum. Kemeriahan festival ini tidak hanya menjadi sarana hiburan bagi warga, tetapi juga menjadi momentum penting bagi kota yang kini genap berusia seperempat abad tersebut untuk merefleksikan identitas dan kekayaan budayanya.
Komitmen Pelestarian Budaya Lokal Pihak penyelenggara menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar perlombaan biasa untuk memperebutkan hadiah, melainkan sebuah upaya strategis untuk melestarikan kebudayaan nusantara di tengah gempuran modernisasi dan teknologi digital. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk kembali mengenali, mencintai, dan memainkan berbagai olahraga serta permainan tradisional yang kini sudah mulai jarang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Langkah ini dinilai krusial agar nilai-nilai kebersamaan dan sportivitas yang terkandung dalam olahraga tradisional tidak punah ditelan zaman.
Sejumlah perlombaan khas dipentaskan dalam festival ini untuk memicu antusiasme warga, di antaranya:
Balap egrang yang menguji keseimbangan dan ketangkasan peserta.
Perlombaan tarompah panjang atau bakiak yang menuntut kekompakan tim.
Kompetisi hadangan atau gobak sodor yang mengandalkan kerja sama dan strategi.
Pemerintah Kota Cimahi berharap Festival Olahraga Tradisional ini dapat menjadi agenda tahunan yang rutin diselenggarakan. Dengan keterlibatan aktif dari lembaga pendidikan dan komunitas lokal, diharapkan generasi muda dapat membatasi ketergantungan pada gawai dan beralih ke aktivitas fisik yang menyehatkan sekaligus bernilai budaya. Melalui sinergi seluruh elemen masyarakat, perayaan ulang tahun perak Kota Cimahi ini menjadi tonggak penting dalam menjaga warisan leluhur agar tetap lestari di masa depan.
Sumber: sport.detik.com