Mantan Ketua BEM UGM Tiyo Ardiyanto Buka Suara Terkait Tudingan Tunggangan Politik dan Mobil Fortuner

Mantan Ketua BEM UGM Tiyo Ardiyanto Buka Suara Terkait Tudingan Tunggangan Politik dan Mobil Fortuner

Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardiyanto, memberikan respons tegas terkait tudingan miring yang diarahkan kepadanya oleh kelompok yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa BEM Bersatu. Tiyo secara terbuka mempertanyakan legitimasi dan keabsahan aliansi tersebut, yang dinilainya tidak jelas asal-usulnya di lingkungan akademis. Tuduhan ini mencuat setelah aliansi tersebut menggelar konferensi pers dan menuduh gerakan mahasiswa yang digerakkan Tiyo telah ditunggangi oleh kepentingan politik praktis serta memiliki kedekatan dengan tokoh purnawirawan jenderal.

Saat ditemui di lingkungan kampus UGM, Sleman, Tiyo mengungkapkan bahwa berdasarkan penelusuran yang dilakukan, ditemukan berbagai kejanggalan dalam komposisi anggota aliansi yang melayangkan tuduhan tersebut. Menurutnya, klaim yang dibawa oleh perwakilan aliansi itu tidak dapat dipertanggungjawabkan karena adanya manipulasi identitas di dalam struktur mereka sendiri. Tiyo menilai hal ini sebagai upaya untuk mengalihkan fokus gerakan mahasiswa dari isu-isu substantif yang sedang diperjuangkan.

Kejanggalan Identitas Aliansi BEM Bersatu

Dalam keterangannya, Tiyo membeberkan sejumlah temuan setelah melakukan klarifikasi ke beberapa organisasi mahasiswa di kampus asal para anggota aliansi tersebut. Ia menyebut bahwa dari 14 orang yang mengaku sebagai perwakilan Aliansi BEM Fakultas Bersatu, ditemukan fakta yang mengejutkan mengenai status kemahasiswaan mereka.

Beberapa oknum di dalam aliansi tersebut ternyata terbukti bukan merupakan mahasiswa aktif di kampus yang bersangkutan.

Sebagian anggota lainnya diketahui merupakan alumni yang sudah dinyatakan lulus dari universitas mereka.

Ditemukan pula adanya individu yang mengaku sebagai ketua BEM, padahal tidak pernah menjabat posisi tersebut di kampusnya.

Tiyo menegaskan bahwa secara hukum, pihak yang melayangkan tuduhan memiliki kewajiban untuk membuktikan klaim mereka. Ia menganggap tudingan mengenai afiliasi politik dengan PDI Perjuangan maupun tuduhan terkait fasilitas mobil pinjaman sebagai bentuk 'cocoklogi' yang sengaja digulirkan untuk menyibukkan dirinya dan memecah konsentrasi gerakan.

Dugaan Keterlibatan Tokoh Politik dan Militer

Sebelumnya, Aliansi Mahasiswa BEM Bersatu yang diwakili oleh Ketua BEM Hukum UIC, Rahmat Djimbula, menggelar konferensi pers di kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur. Dalam pernyataannya, Djimbula menyoroti fasilitas kendaraan berjenis Toyota Fortuner yang digunakan oleh Tiyo saat memimpin aksi massa. Kendaraan tersebut diduga terdaftar atas nama Siti Nuraeni, yang memiliki hubungan keluarga dengan Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso dan Jenderal TNI (Purn) Andhika Perkasa, mantan Panglima TNI sekaligus tokoh tim pemenangan nasional pada Pilpres 2024.

Selain masalah kepemilikan mobil, aliansi tersebut juga mencurigai kehadiran politisi senior PDI Perjuangan, Andi Widjajanto, di tengah-tengah massa aksi sebagai bukti adanya intervensi politik. Menanggapi hal tersebut, Tiyo menyatakan dirinya akan tetap menjaga independensi sebagai individu yang merdeka demi memastikan jalannya roda kekuasaan di Indonesia tetap berada di jalur yang benar, tanpa terganggu oleh narasi-narasi pengalihan isu.

Sumber: detik.com