Sistem pengamanan di industri hulu minyak dan gas bumi (migas) Indonesia kini tengah mengalami transformasi besar. Pendekatan konvensional yang mengandalkan kehadiran fisik secara perlahan mulai digantikan oleh pemanfaatan teknologi berbasis data dan digitalisasi sistem. Langkah ini diambil guna merespons meningkatnya kompleksitas risiko gangguan keamanan di wilayah operasi strategis, mulai dari aksi pencurian migas, konflik sosial, ancaman terorisme, hingga kerentanan terhadap serangan siber pada sistem digital perusahaan.
Salah satu implementasi nyata dari digitalisasi sistem pengamanan ini telah berjalan di wilayah kerja Pertamina Hulu Rokan (PHR), khususnya di kawasan utara Blok Rokan, Provinsi Riau. Sebagai salah satu tulang punggung utama produksi migas nasional dengan cakupan wilayah operasional yang sangat luas, Blok Rokan mengintegrasikan teknologi pemindaian wajah atau face recognition yang telah dioperasikan selama dua tahun terakhir. Teknologi ini berfungsi untuk melakukan verifikasi identitas ratusan personel di lapangan secara real-time demi memperketat pengawasan akses masuk ke objek vital nasional tersebut.
Integrasi Data Intelijen dan Kesehatan Pekerja
Menurut keterangan tertulis dari Manager Global Arrow Central Surveillance PT Global Arrow, Jimmy Erick Prasetyo, sistem pemindaian wajah di Blok Rokan tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung langsung dengan berbagai basis data eksternal yang tepercaya. Salah satu basis data yang diintegrasikan adalah data Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) milik kepolisian. Melalui keterhubungan ini, sistem mampu menyaring individu serta mendeteksi secara dini personel yang memiliki catatan tertentu atau berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.
Penerapan sistem canggih ini juga dilatarbelakapi oleh temuan riil di lapangan, di mana penyedia jasa pengamanan sempat menemukan adanya indikasi keterlibatan oknum pekerja dengan jaringan radikalisme. Untuk mengoptimalkan pengawasan, perusahaan mengombinasikan data identifikasi wajah dengan data kesehatan harian pekerja atau daily check up. Melalui integrasi ini, rekam jejak pekerja dapat dipantau secara lebih terukur, sehingga potensi risiko operasional maupun ancaman eksternal dapat dimitigasi lebih awal sebelum menjadi gangguan yang merugikan.
Pemanfaatan teknologi face recognition selama dua tahun terakhir di kawasan utara Blok Rokan.
Integrasi sistem pengamanan digital dengan data Inafis untuk penyaringan personel secara real-time.
Kombinasi data keamanan wajah dengan hasil pemeriksaan kesehatan harian (daily check up) pekerja.
Deteksi dini pencegahan ancaman nonkonvensional seperti terorisme dan pencurian di area hulu migas.
Investasi Teknologi Jangka Panjang
Meskipun penerapan teknologi pengamanan berbasis data ini membutuhkan konsekuensi biaya investasi yang relatif besar, manajemen menilai bahwa nilai tersebut sangat sebanding dengan perlindungan yang diberikan. Sektor hulu migas memiliki karakteristik bisnis dengan tingkat risiko operasional yang sangat tinggi, sehingga stabilitas produksi harus dijamin tanpa celah. Dalam jangka menengah dan panjang, penggunaan teknologi digital justru dinilai jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan metode pengamanan tradisional.
Upaya penguatan ketahanan industri migas berbasis teknologi ini juga sejalan dengan arah kebijakan strategis pemerintah Indonesia. Isu mengenai digitalisasi sistem pertahanan objek vital nasional sebelumnya telah menjadi fokus utama dalam Rapat Kerja Sekuriti yang digelar oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Forum tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi data intelijen, deteksi dini, dan adopsi teknologi mutakhir guna memastikan pasokan energi nasional tetap berjalan dengan aman dan stabil.
Sumber: money.kompas.com