Perkuat Karakter Gen Z di Era Digital, Sembilan Sekolah Berebut Tiket Final LCC Empat Pilar MPR RI di Sulawesi Utara

Perkuat Karakter Gen Z di Era Digital, Sembilan Sekolah Berebut Tiket Final LCC Empat Pilar MPR RI di Sulawesi Utara

Anggota MPR RI dari Kelompok DPD RI Daerah Pemilihan Sulawesi Utara, Ir. Stefanus BAN Liow, secara resmi membuka babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi di Kota Manado. Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan sebagai langkah nyata untuk memperkokoh pemahaman generasi muda terhadap fondasi kebangsaan di tengah kompleksitas era digital. Sebanyak sembilan sekolah menengah atas dan sederajat terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Utara berhasil lolos setelah melewati proses seleksi ketat untuk memperebutkan satu tiket emas menuju Grand Final Nasional yang akan digelar di Gedung MPR RI, Jakarta, pada Agustus 2026 mendatang.

Proses penyisihan tahun ini mencatatkan lonjakan antusiasme yang signifikan dengan total 87 sekolah yang mendaftar, hingga akhirnya menyisakan sembilan sekolah terbaik setelah melalui babak seleksi daring. Sekolah-sekolah yang berhasil menembus babak final provinsi ini adalah SMAS Dian Harapan Manado, SMA Katolik Rex Mundi Manado, SMAN 2 Tomohon, SMAN 1 Tahuna, SMA Kristen Eben Haezar Manado, MAN 1 Bolaang Mongondow Plus Keterampilan, SMAN 1 Pinogaluman, SMAN 2 Bitung, serta SMAS Katolik Theodorus Kota Kotamobagu. Dalam pelaksanaannya, para peserta dibagi ke dalam tiga grup untuk melewati tiga babak penyisihan yang menguji kompetensi mereka melalui kategori Wawasan Empat Pilar, Tematik Empat Pilar, dan babak rebutan yang dinamis.

Inovasi Digital dan Penguatan Toleransi Dalam sambutannya, Stefanus BAN Liow menekankan bahwa LCC Empat Pilar edisi 2026 ini hadir dengan serangkaian pembaruan teknologi yang substansial. Guna menjamin transparansi, keadilan, dan profesionalisme, panitia menerapkan digitalisasi sistem bank soal serta mekanisme penilaian secara real-time. Langkah inovatif ini diambil untuk menyesuaikan metode pembelajaran dengan karakteristik Generasi Z dan awal Generasi Alpha yang merupakan digital natives. Berdasarkan data evaluasi nasional, meski lebih dari 80% pemuda bangga terhadap NKRI, mereka tetap membutuhkan pendekatan penanaman nilai yang lebih segar dan partisipatif agar tidak mudah terpengaruh oleh derasnya arus hoaks dan disinformasi di ruang digital.

Sistem penilaian real-time untuk transparansi penuh.

Digitalisasi bank soal guna meningkatkan standardisasi kompetisi.

Pengujian komprehensif yang mencakup Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Lebih lanjut, Stefanus mengapresiasi keragaman peserta tahun ini yang membuktikan adanya pemerataan literasi kebangsaan di Sulawesi Utara, di mana keterwakilan daerah tidak lagi didominasi oleh sekolah dari pusat kota saja, melainkan merata hingga ke wilayah kepulauan dan perbatasan seperti Sangihe dan Bolaang Mongondow. Budaya toleransi yang kuat di Sulawesi Utara yang berakar pada filosofi lokal 'Torang Samua Basudara' dan 'Si Tou Timou Tumou Tou' dinilai menjadi modal sosial yang kokoh untuk melahirkan calon-calon pemimpin masa depan yang berintegritas menuju Indonesia Emas 2045.

Investasi Karakter Menuju Panggung Nasional Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Dr. Femmy J. Suluh, yang menyampaikan apresiasi dari Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, menegaskan bahwa LCC Empat Pilar merupakan bentuk investasi jangka panjang dalam pembangunan karakter bangsa. Kebijakan MPR RI yang kembali membuka jalur kompetisi hingga ke tingkat nasional sejak tahun 2025 dinilai menjadi motivasi besar bagi para siswa untuk menunjukkan prestasi terbaiknya. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bahkan berencana untuk memperluas jangkauan kompetisi ini hingga ke tingkat kabupaten dan kota secara masif pada periode berikutnya.

Melalui kompetisi ini, para pelajar tidak hanya dituntut untuk menghafal teks konstitusi secara tekstual, melainkan dilatih untuk berpikir kritis, mengambil keputusan cepat di bawah tekanan, serta mengimplementasikan nilai-nilai sportivitas. Jalannya pertandingan final tingkat provinsi ini dipantau langsung oleh dewan juri akademisi terkemuka, antara lain Dekan FISIP UNSRAT Dr. Ferry Laud Liando, Wadek I FH UNSRAT Dr. Dani R. Pinasang, dan Lektor Kepala FISH UNIMA Dr. Julien Biringan, serta dihadiri oleh Plt. Sekjen MPR RI Siti Fauziah bersama para guru pembina se-Sulawesi Utara.

Sumber: news.detik.com