Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap inisiasi strategis yang diluncurkan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) RI melalui program "Jaksa Garda Desa". Program inovatif ini dirancang dengan menyasar dua sektor krusial di tingkat akar rumput, yakni program "Jaga Dapur" untuk memperkuat ketahanan pangan lokal serta "Jaga Indonesia Pintar" yang berfokus pada peningkatan mutu dan pengawasan sektor pendidikan. Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam acara pengukuhan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (DPC ABPEDNAS) Kabupaten Sumedang yang berlangsung di GOR Tadjimalela.
Dalam arahannya di hadapan para pengurus desa, Gubernur Dedi Mulyadi menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan desa di tengah pesatnya arus digitalisasi. Ia mengingatkan agar modernisasi dan kemajuan teknologi informasi tidak mengikis identitas asli serta kearifan lokal masyarakat desa. Menurut Dedi, keberhasilan pembangunan desa sejatinya bertumpu pada kemandirian masyarakatnya sendiri, yang kemudian diakselerasi oleh kehadiran kepemimpinan yang adil. Ia juga menjabarkan tiga pilar utama yang wajib dipelihara demi keberlanjutan bangsa, yaitu pemeliharaan sumber energi dan alam, kedaulatan pangan, serta spiritualitas.
Fungsi Preventif dan Pengawasan Bantuan
Di sektor pendidikan, kehadiran kejaksaan melalui Jaksa Garda Desa diharapkan mampu memperketat pengawasan penyaluran bantuan pemerintah, seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP), agar tidak salah sasaran. Selaras dengan hal tersebut, Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejagung RI, Reda Manthovani, menjelaskan bahwa kolaborasi bersama ABPEDNAS ini mengedepankan fungsi preventif dan edukasi dalam pengelolaan dana desa, bukan untuk mengkriminalisasi aparatur desa. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) memegang posisi strategis dalam memastikan setiap kebijakan tetap berjalan di dalam koridor hukum yang berlaku.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sumedang menyambut baik sinergi ini sebagai langkah visioner untuk mengawal program strategis nasional maupun daerah. Bupati Sumedang, Dony, menilai bahwa pembangunan desa tidak hanya membutuhkan anggaran yang besar, melainkan juga kualitas pendampingan yang transparan dan akuntabel. Kabupaten Sumedang sendiri berkomitmen mengintegrasikan gerakan Jaga Dapur ini untuk menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai investasi jangka panjang demi mencetak Generasi Emas Indonesia yang sehat dan berdaya saing.
Fokus utama program meliputi Jaga Dapur (ketahanan pangan) dan Jaga Indonesia Pintar (pendidikan).
Menekankan pendekatan preventif dan edukatif bagi aparatur desa dalam mengelola anggaran.
Memastikan distribusi bantuan pendidikan seperti KIP berjalan tepat sasaran.
Mendukung implementasi Program Makan Bergizi Gratis di tingkat daerah.
Sumber: detik.com