Polemik Pernyataan Presiden Prabowo Soal 'Demo Bayaran', PAN Sebut Bentuk Keprihatinan Sementara Ganjar Minta Transparansi Hukum

Polemik Pernyataan Presiden Prabowo Soal 'Demo Bayaran', PAN Sebut Bentuk Keprihatinan Sementara Ganjar Minta Transparansi Hukum

Dinamika politik nasional kembali menghangat menyusul pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyoroti adanya dugaan aksi demonstrasi bayaran di tanah air. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Viva Yoga, memberikan pembelaan dengan menyatakan bahwa pernyataan Presiden bukanlah bentuk antikritik, melainkan sebuah wujud keprihatinan yang mendalam. Menurut PAN, Presiden Prabowo merasa prihatin karena aspirasi murni masyarakat di ruang publik kerap kali ternoda oleh praktik politik uang yang digerakkan oleh oknum tertentu demi kepentingan sepihak.

Menjaga Kesucian Gerakan Moral Viva Yoga menekankan bahwa praktik mobilisasi massa dengan imbalan materi sangat buruk bagi masa depan demokrasi Indonesia. Oleh karena itu, langkah Presiden yang membawa isu ini ke permukaan dinilai sebagai upaya untuk menghentikan fenomena negatif tersebut. PAN juga mendorong agar oknum-oknum yang mengotori gerakan moral, terutama yang menyusupi aksi mahasiswa, dapat ditindak tegas secara hukum demi menjaga kemurnian kritik itu sendiri.

Kritik dinilai sebagai vitamin dan obat kuat bagi jalannya roda pemerintahan.

Gerakan mahasiswa harus dijaga dari "penumpang gelap" yang membawa agenda politik terselubung.

Pemerintah saat ini sedang fokus bekerja keras merealisasikan program Asta Cita demi kesejahteraan rakyat.

Desakan Transparansi dan Kepastian Hukum Di sisi lain, Ketua DPP PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo, memberikan catatan kritis terhadap narasi yang dilemparkan oleh kepala negara. Ganjar menegaskan bahwa tidak semua aksi demonstrasi yang terjadi di lapangan dapat dicap sebagai aksi bayaran, karena realitas sosial dan tuntutan masyarakat jauh lebih kompleks. Menurut mantan Gubernur Jawa Tengah tersebut, iklim demokrasi membutuhkan kepastian hukum yang jelas, bukan sekadar dugaan atau lemparan narasi yang justru berpotensi memicu polemik serta kegaduhan di tengah masyarakat. Ganjar pun menantang pemerintah untuk membuka data tersebut secara transparan dan memprosesnya secara hukum jika memang memiliki bukti konkret mengenai pihak-pihak yang membiayai demonstrasi tersebut.

Sumber: news.detik.com